Peninjauan Lokasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026: Kolaborasi untuk Mendukung Produksi Beras Nasional
OGAN KOMERING ILIR - Dirwil BRMP Sumsel turut hadir dalam kegiatan Peninjauan Lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dilaksanakan Kamis, 2 Juli 2026 di Kab. OKI. Kegiatan ini dihadiri Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H. Kepala Staf Kepresidenan RI, Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian yang diwakili oleh Direktur Irigasi Pertanian, Dirjen Sumber Daya Air, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Pusat, Kepala BPS Provinsi dan Kab, OKI, Wabup Kab. OKI, Danrem 044/Garuda Dempo, Dandim Kab. OKI, Kapolres Kab OKI, Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Sumsel, Kepala DKPTP, TPH Kab. OKI, penyuluh dan petani.
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa Program CSR harus dikawal bersama agar tidak berhenti pada tahap pembukaan lahan, tetapi berlanjut hingga pengolahan, penanaman, dan panen. Sawah yang telah terbentuk harus dimanfaatkan dan dijaga agar tetap produktif sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Keberhasilan Program CSR tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kemampuan lahan tersebut menghasilkan panen secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani. sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional.
Tahun 2026 CSR di Sumsel menargetkan 13.546 ha, tersebar di empat kabupaten, yaitu OKI, Banyuasin, MUBA, dan PALI. Sekitar 70% lokasi cetak sawah berada di luar daerah irigasi, sehingga diperlukan dukungan infrastruktur, termasuk masuknya jaringan listrik ke kawasan pertanian, serta pendampingan pasca konstruksi dengan penyediaan benih unggul agar lahan yang telah terbentuk dapat terus produktif.
Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Program CSR diharapkan mampu mendukung Asta Cita ke-2 Presiden dan Wakil Presiden, mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan ketahanan pangan serta peningkatan produksi beras nasional.